Selasa, 11 November 2008

Payung Bumi yang Memanas





Klik untuk melihat foto lainnya...

Tiga bulan terakhir Indra Gunawan tak pernah mampir ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Karyawan swasta di Kota Cilegon, Banten, itu tak lagi mengisi tangki sepeda motornya dengan premium, tetapi 100% bioetanol. Kinerja mesin sepeda motor itu tetap bagus.

Indra Gunawan memang tak memproduksi bioetanol sendiri. Ia membelinya di rumah Hiwaman, produsen bioetanol di Tegalbuntu, Cilegon, Provinsi Banten. Alumnus Universitas Diponegoro itu memproduksi rata-rata 200 liter bioetanol per bulan berbahan molase alias tetes tebu. Indra mengganti seluruh premium dengan bioetanol alias E100.

Selama ini bioetanol lazim sebagai campuran premium. Kadar campuran biasanya 10% alias E10 atau maksimal 25% (E25). Artinya, jika tangki mobil berkapasitas 100 liter cukup diisi 90 liter premium dan 10 liter bioetanol. Campuran antara premium dan bioetanol itu disebut gasohol.

Menurut Dr Agus Eko Tjahyono MEng, kepala Balai Besar Teknologi Pati, bahan bakar nabati ramah lingkungan. Sejak 2005 Agus memanfaatkan gasohol B15 sebagai bahan bakar mobilnya. Dari kapasitas 80 liter tangki mobilnya, ia mengisi dengan 68 liter bensin dan menambahkan 12 liter bioetanol asal singkong.

Efisien

Menurut Ir Puji Lestari PhD, dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung penggunaan bioetanol menurunkan emisi sehingga menekan polusi udara. Selain itu bilangan oktan juga meningkat. Dalam uji coba pada beberapa bulan lalu, pemanfaatan 5% bioetanol mendongkrak bilangan oktan hingga 99%. Angka itu membubung higga 122% ketika kadar campuran bioetanol dinaikkan menjadi 10%. Bilangan oktan premium cuma 90%.

Dengan meningkatnya bilangan oktan, bahan bakar makin tahan untuk tidak terbakar. Akibatnya terjadi kestabilan proses pembakaran untuk memperoleh daya yang lebih stabil. Singkat kata, 'Penggunaan bioetanol lebih efisien dan menurunkan polusi,' ujar doktor Polusi Udara alumnus Illinois Institut of Technology itu. Beberapa zat polutan yang turun emisinya antara lain karbonmonoksida dan nitrogen oksida.

Penambahan bioetanol 10%, misalnya, menekan emisi buangan karbonmonoksida hingga 70%. Semakin tinggi kadar campuran bioetanol, kian rendah emisi karbonmonoksida. Hal senada diungkapkan oleh Dr Prawoto, kepala Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi (TMP), Serpong, Banten. Ia menuturkan penambahan bioetanol ke bensin, efektif membentuk oxygenated atau bahan bakar dengan ikatan karbon-hidrogen-oksigen yang mengurangi polusi udara terutama emisi karbonmonoksida.

Dengan demikian penggunaan bioetanol, 'Mengurangi kecenderungan pemanasan global dan pencemaran udara,' kata Agus Eko Tjahyono. Pemanasan global merupakan kejadian meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi akibat aktivitas manusia termasuk penggunaan alat transportasi. Kendaraan bermototor meningkatkan gas rumah kaca yang pada akhirnya memicu pemanasan global.

Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer penyerap gelombang panjang seperti infra merah yang bermanfaat bagi kehidupan bila kadarnya proporsional. Namun, ketika jumlahnya berlebih justru berakibat buruk dan menimbulkan bencana. Dalam seabad terakhir, peningkatan suhu bumi kira-kira 0,6oC. Pada akhirnya melambungnya suhu itu mengakibatkan mencairnya es di kutub. Dampaknya volume air laut pun meningkat sehingga menenggelamkan pulau-pulau.

'Serap polutan'

Dr Handoko, direktur SEAMEO Biotrop menuturkan emisi gas rumah kaca di Indonesia didominasi oleh pembakaran bahan bakar fosil, diikuti oleh sektor pertanian, dan perhutanan. Pembakaran bahan bakar fosil seperti premium dan solar salah satu penyebab utama terjadinya pemanasan global. Kebiasaan Indra Gunawan dan pengguna kendaraan bermotor lain yang menggunakan gasohol mencegah pemanasan global.

Menurut Ir H Endes M Dahlan MS, dosen Pencemaran Lingkungan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor penggunaan bioetanol berefek ganda. Selain mengurangi polutan, tanaman bahan baku bioetanol juga mensintesis karbondioksida, salah satu emisi pembakaran kendaraan bermotor. Lapisan karbondiosida di udara kira-kira 0,03% atau 300 ppm. Tanaman-termasuk jagung, sorgum, aren, dan ubikayu, semua sumber bioetanol-mensintesis karbondioksida dalam proses fotosintesis.

Pakar pertanian di Jakarta Ir Yos Sutiyoso menjelaskan karbondioksida masuk ke jaringan tanaman melalui stomata alias mulut daun. Pada mesofil di lapisan epidermis daun, karbondioksida berjumpa dengan air sehingga terjadi reaksi kimia yang menghasilkan glukosa. Berapa banyak karbondioksida yang 'diserap' tanaman dalam proses fotosintesis? Dr Arif Yudiarto, periset Balai Besar Teknologi Pati, menuturkan banyaknya karbondioksida yang disintesis dapat dihitung dengan mengetahui volume glukosa.

Sebagai contoh, produktivitas singkong yang dipanen pada umur 11 bulan mencapai 100 ton per ha. Dengan kadar pati 30% berarti jumlah glukosa 30.000 kg. Artinya, karbondioksida yang disintesis singkong dalam proses fotosintetsis selama 11 bulan mencapai 44.008.000 gram atau 44.008 kg. Padahal, sekarang tersedia beragam varietas unggul yang produksinya mencapai 160 ton per ha. Ada pula singkong berkadar pati hingga 40%. Dengan demikian, jumlah karbondioksida yang disintesis singkong jauh lebih banyak.

'Harus diingat, itu baru dari proses fotosintesis. Tanaman juga melakukan respirasi yang juga memerlukan karbondioksida,' ujar Arif doktor alumnus Yamanashi University. Jika luas penanaman singkong nasional 12.425.805 ha, artinya, karbondioksida yang disintesis tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu minimal 546-miliar kg dalam waktu 11 bulan. Padahal, tanaman bahan baku bioetanol tak hanya singkong, tetapi juga aren, sorgum, tebu, ubijalar, padi, dan jagung yang luas penanamannya ratusan ha di berbagai daerah. Penggunaan bioetanol dan pertanaman sumber bioetanol yang kini memang ibarat payung bagi bumi. (Sardi Duryatmo)

Sabtu, 01 November 2008

Berbagai Aplikasi Energi Matahari

solar0.jpgEnergi matahari merupakan energi yang utama bagi kehidupan di bumi ini. Berbagai jenis energi, baik yang terbarukan maupun tak-terbarukan merupakan bentuk turunan dari energi ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Energi yang merupakan turunan dari energi matahari misalnya:

  • Energi angin yang timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu tempat dengan tempat lain sebagai efek energi panas matahari.
  • Energi air karena adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari yang mengenai bumi.
  • Energi biomassa karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabene menggunakan energi matahari.
  • Energi gelombang laut yang muncul akibat energi angin.
  • Energi fosil yang merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah mengalami proses selama berjuta-juta tahun.

Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi.

Energi Panas Matahari sebagai Energi Alternatif

Energi panas matahari merupakan salah satu energi yang potensial untuk dikelola dan dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber cadangan energi terutama bagi negara-negara yang terletak di khatulistiwa termasuk Indonesia, dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa energi matahari yang tersedia adalah sebesar 81.000 TerraWatt sedangkan yang dimanfaatkan masih sangat sedikit.

Ada beberapa cara pemanfaatan energi panas matahari yaitu:

  1. Pemanasan ruangan
  2. Penerangan ruangan
  3. Kompor matahari
  4. Pengeringan hasi pertanian
  5. Distilasi air kotor
  6. Pemanasan air
  7. Pembangkitan listrik

Pemanasan Ruangan

Ada beberapa teknik penggunan energi panas matahari untuk pemanasan ruangan, yaitu:

  • Jendela

Ini merupakan teknik pemanasan dengan menggunakan energi panas matahari yang paling sederhana. Hanya diperlukan sebuah lubang pada dinding untuk meneruskan panas matahari dari luar masuk ke dalam bangunan. Ada jendela yang langsung tanpa ada kacanya dan ada yang menggunakan kaca. Untuk mendapatkan panas yang optimal maka pada jendela dipasang kaca ganda. Biasanya di daerah-daerah empat musim dinding/tembok bangunan diganti dengan kaca agar matahari bebas menyinari dan menghangatkan ruangan pada saat musim dingin.

  • Dinding Trombe(Trombe Wall)

tromble.jpgDinding trombe adalah dinding yang diluarnya terdapat ruangan sempit berisi udara. Dinding bagian luar dari ruangan sempit tersebut biasanya berupa kaca. Dinding ini dinamai berdasarkan nama penemunya yaitu Felix Trombe, orang berkebangsaan Perancis.

Prinsip kerjanya adalah permukaan luar ruangan ini akan dipanasi oleh sinar matahari, kemudian panas tersebut perlahan-lahan dipindahkan kedalam ruangan sempit. Selanjutnya panas di dalam ruangan sempit tersebut akan dikonveksikan ke dalam bangunan melalui saluran udara pada dinding trombe.

  • Greenhouse

greenhouse.jpgTeknik ini hampir sama dengan dinding trombe hanya saja jarak antara dinding masif dengan kaca lebih lebar, sehingga tanaman bisa hidup di dalamnya.

Prinsip kerja greenhouse juga serupa dengan dinding trombe. Panas masuk melalui kaca ke dalam greenhouse lalu dikonveksikan ke dalam bangunan untuk menghangatkan ruangan atau menjaga suhu rungan tetap stabil meskipun pada waktu siang atau malam hari.

Penerangan Ruangan

Adalah teknik pemanfaatan energi matahari yang banyak dipakai saat ini. Dengan teknik ini pada siang hari lampu pada bangunan tidak perlu dinyalakan sehingga menghemat penggunaan listrik untuk penerangan. Teknik ini dilaksanakan dengan mendesain bangunan yang memungkinkan cahaya matahari bisa masuk dan menerangi ruangan dalam bangunan.

Kompor Matahari

Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar.

kompor_surya.jpg

Untuk diameter cermin sebesar1,3 meter kompor ini memberikan daya thermal sebesar 800 watt pada panci. Dengan menggunakan kompor ini maka kebutuhan akan energi fosil dan energi listrik untuk memasak dapat dikurangi.

Pengeringan Hasil Pertanian

Hal ini biasanya dilakukan petani di desa-desa daerah tropis dengan menjemur hasil panennya dibawah terik sinar matahari. Cara ini sangat menguntungkan bagi para petani karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya. Berbeda dengan petani di negara-negara empat musim yang harus mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya dengan menggunakan oven yang menggunakan bahan bakar fosil maupun menggunakan listrik.

Distilasi Air

destilasi.jpgCara kerjanya adalah sebuah kolam yang dangkal, dengan kedalaman 25mm hingga 50 mm, ditututup oleh kaca. Air yang dipanaskan oleh radiasi matahari, sebagian menguap, sebagian uap itu mengembun pada bagian bawah dari permukaan kaca yang lebih dingin. Kaca tersebut dimiringkan sedikit 10 derajat untuk memungkinkan embunan mengalir karena gaya berat menuju ke saluran penampungan yang selanjutnya dialirkan ke tangki penyimpanan.

Pemanasan Air

Penyediaan air panas sangat diperlukan oleh masyarakat, baik untuk mandi maupun untuk alat antiseptik pada rumah sakit dan klinik kesehatan. Penyediaan air panas ini memerlukan biaya yang besar karena harus tersedia sewaktu-waktu dan biasanya untuk memanaskan digunakan energi fosil ataupun energi listrik. Namun Dengan menggunakan pemanas air tenaga surya maka hal ini bukan merupakan masalah karena pemanasan air dilakukan dengan menyerap panas matahari dengan menggunakan kolektor sehingga tidak memerlukan biaya bahan bakar.

pemanas_air.jpg

Prinsip kerjanya adalah panas dari matahari diterima oleh kolektor yang terdapat di dalam terdapat pipa-pipa berisi air. Panas yang diterima kolektor akan diserap oleh air yang berada di dalam pipa sehingga suhu air meningkat. Air dingin dialirkan dari bawah sedangkan air panasnya dialirkan lewat atas karena massa jenis air panas lebih kecil daripada massa jenis air dingin (prinsip thermosipon). Air ini lalu masuk ke dalam penyimpan panas. Pada penyimpan panas, panas dari air ini dipindahkan ke pipa berisi air yang lain yang merupakan persediaan air untuk mandi/antiseptik. Sedangkan air yang berasal dari kolektor akan diputar kembali ke kolektor dengan menggunakan pompa atau hanya menggunakan prinsip thermosipon. Persediaan air panas akan disimpan di dalam tangki penyimpanan yang terbuat dari bahan isolator thermal. Pada sistem ini terdapat pengontrol suhu jika suhu air panas yang dihasilkan kurang dari yang diinginkan maka air akan dimasukkan kembali ke tangki penyimpan panas untuk dipanaskan kembali.

Kolektor yang digunakan pada pemanas air tenaga panas matahari ini adalah kolektor surya plat datar yang bagian atasnya terbuat dari kaca yang berwarna hitam redup sedangkan bagian bawahnya terbuat dari bahan isolator yang baik sehingga panas yang terserap kolektor tidak terlepas ke lingkungan. Air panas di dalam kolektor bisa mencapai 82 C sedangkan air panas yang dihasilkan tergantung keinginan karena sistem dilengkapi pengontrol suhu.

Pembangkitan Listrik

solar_generation.jpgPrinsipnya hampir sama dengan pemanasan air hanya pada pembangkitan listrik, sinar matahari diperkuat oleh kolektor pada suatu titik fokus untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi bahkan bisa mencapai suhu 3800 C. Pipa yang berisi air dilewatkan tepat pada titik fokus sehingga panas tersebut diserap oleh air di dalam pipa. Panas yang sangat besar ini dibutuhkan untuk mengubah fase cair air di dalam pipa menjadi uap yang bertekanan tinggi. Uap bertekanan tinggi yang di hasilkan ini kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang kemudian akan memutar turbo generator untuk menghasilkan listrik.

parabolik.gif

Ada dua jenis kolektor yang biasa digunakan untuk pembangkitan listrik yaitu kolektor parabolik memanjang dan kolektor parabolik cakram.

parabolik.jpg

Kolektor Parabolik Memanjang

parabolik1.jpg

Kolektor Parabolik Cakram

Di California, Amerika Serikat, alat ini telah mampu menghasilkan 354 MW listrik. Dengan memproduksi kolektor ini secara massal, maka harga satuan energi matahari ini di AS, sekitar Rp 100/KWh lebih murah dibandingkan energi nuklir dan sama dengan energi dari tenaga pembangkit dengan bahan baku energi fosil.(Ivan A Hadar, 2005).

Di India dengan area seluas 219.000 meter persegi maka kolektor mampu menghasilkan listrik sebesar 35-40 MW dengan rata-rata intensitas penyinaranya adalah sebesar 5.8 KWH per meter persegi per hari.(Gordon Feller).

Kita dapat juga membangkitkan listrik langsung dari energi surya, yaitu dengan menggunakan photovoltaic. Alat ini terbuat dari bahan semikonduktor yang sangat peka dalam melepaskan elektron ketika terkena panjang gelombang sinar matahari tertentu. Akan tetapi alat ini masih sangat mahal dan efisiensinya masih sangat rendah, yaitu sekitar 10%.

Pembangkitan listrik berdasarkan perbedaan tekanan pada gas juga bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan chimney. Ini sebuah sistem tower yang terdiri turbin gas dan jalinan kaca tertutup yang luas untuk memerangkap panas matahari.

Prinsipnya: sinar matahari akan menembus kaca dari alat ini kemudian memanaskan gas yang terperangkap di bawah kaca. Gas suhu tinggi ini akan memasuki tower tertutup yang tingginya bisa mencapai 1000 meter vertikal. Oleh karena perbedaan suhu gas pada permukaan bumi dan 1000 meter diatas permukaan bumi, maka gas akan mengalir ke atas melalui tower ini. Aliran gas/udara tersebut akan memutar turbin gas. Skema sederhana dapat dilihat pada gambar dibawah.

chimney.gif

Keuntungan dan Kerugian Energi Panas Matahari

Keuntungan dari penggunaan energi panas matahari antara lain:

  • Energi panas matahari merupakan energi yang tersedia hampir diseluruh bagian permukaan bumi dan tidak habis (renewable energy).
  • Penggunaan energi panas matahari tidak menghasilkan polutan dan emisi yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.
  • Penggunaan energi panas matahari untuk pemanas air, pengeringan hasil panen akan dapat mengurangi kebutuhan akan energi fosil.
  • Pembanguan pemanas air tenaga matahari cukup sederhana dan memiliki nilai ekonomis.

Kerugian dari penggunaan energi panas matahari antara lain:

  • Sistem pemanas air dan pembangkit listrik tenaga panas matahari tidak efektif digunakan pada daerah memiliki cuaca berawan untuk waktu yang lama.
  • Pada musim dingin, pipa-pipa pada sistem pemanas ini akan pecah karena air di dalamnya membeku.
  • Membutuhkan lahan yang sangat luas yang seharusnya digunakan untuk pertanian, perumahan, dan kegiatan ekonomi lainya. Hal ini karena rapat energi matahari sangat rendah.
  • Lapisan kolektor yang menyilaukan bisa mengganggu dan membahayakan penglihatan, misalnya penerbangan.
  • Sistem hanya bisa digunakan pada saat matahari bersinar dan tidak bisa digunakan ketika malam hari atau pada saat cuaca berawan.
  • Penyimpanan air panas untuk perumahan bukan merupakan masalah, tetapi penyimpanan uap air pada pembangkit listrik memerlukan teknologi yang sulit.

Pustaka

  • Arismunandar, W. 1995. Teknologi Rekayasa Surya. Bandung. Pradnya Paramita.
  • Boyle, G. 1996. Renewable Energy. Milton Keynes. The Open University.
  • Gordon Feller. India Building Large-Scale Solar Thermal Capacity. Available from http://www.ecoworld.org/Home/Articles2.cfm?TID=325
  • Ivan A Hadar. Kompas, 11 Oktober 2005. Keluar dari Ketergantungan (Pasar) BBM.
  • Passive Solar Architecture - Heating. Available from www.azsolarcenter.com/design/pas-2
  • Solar Cooking. Available from www.energiinfo.org/solar_cooking
Ditulis: 30 September 2007 pada kategori Surya.
sumber : kamase.org

Kamis, 30 Oktober 2008

Monyet Tembus Langit





Klik untuk melihat foto lainnya...

Dari kaca helm itu Albert III tampak tertidur pulas. Napasnya bergerak teratur meski dadanya dijepit tali-tali pengaman kursi. Ia memang dibius agar duduk tenang di dalam pesawat V2 yang terbang ke lapisan termosfer di ketinggian sekitar 440.000 kaki. Sayang hingga akhir hayat Albert III tak pernah siuman. Saat menembus lapisan termosfer itu tabung bahan bakarnya meledak hingga pesawat terburai menjadi serpihan-serpihan kecil.

Albert selalu dikenang di dunia penerbangan Amerika Serikat karena ia-lah monyet ekor panjang Macaca fascicularis pertama yang digunakan untuk proyek awal misi pendaratan manusia di bulan. Albert-Albert lain kemudian datang menggantikannya hingga manusia yakin untuk menjelajahi ruang angkasa bukan mustahil. Dua astronot Amerika Serikat Neil Amstrong dan Edwin Aldrin pun tenang menjejak bulan pada 20 Juli 1969.

Di balik polahnya yang 'semau gue', monyet menyumbang jasa besar. 'Monyet banyak dipakai untuk penelitian karena anatomi dan fisiologi tubuhnya mirip manusia,' ujar Dr Ir Entang Iskandar dari Pusat Studi Satwa Primata IPB. Seperti Albert III yang menembus langit, alat-alat yang dipasang di tubuhnya mendeteksi segala perubahan metabolisme sebagai dampak penyesuaian dari perubahan gaya gravitasi bumi. Ujungnya lahir pakaian astronot yang nyaman.

Menurut Dr Jatna Supriatna, ahli primata di Jakarta, besarnya pemanfaatan itu tak lepas dari luasnya penyebaran dan melimpahnya populasi monyet. Bayangkan monyet-monyet itu terserak dari 20?LU - 10?LS dan 92?BT - 128?BT. Itu artinya hampir seperempat luas bumi terdapat monyet. 'Makanya sejak lama monyet dipakai sebagai labratory model - hewan model percobaan,' tambah President of Southeast Asia Primatologist Association itu.

Di Indonesia monyet ekor panjang diduga datang dari daratan Asia Tenggara. Penyebarannya terjadi pada masa pleistosen sekitar 1-juta tahun lalu. Saat itu daratan Asia Tenggara masih bersatu dengan lempeng sunda akibat pembentukan lempeng es - glasiasi - dan penurunan permukaan air laut. Hipotesis ini berkaitan dengan temuan fosil tertua crab-eating monkey - sebutan lain - dengan umur sama di Desa Trinil, sekitar 13 km dari Ngawi, Jawa Timur.

Fosil tua lainnya muncul di kawasan timur tanahair. Pulau Timor di Nusa Tenggara Timur menyimpan fosil hewan berkromosom 42 itu dengan umur 4.500 tahun. Demikian pula Pulau Flores yang memiliki fosil monyet berumur 3.500 tahun. Temuan-temuan itu meyakinkan ahli-ahli primata bahwa penyebaran hewan yang memiliki 11 subspesies di Indonesia itu dimulai dari kawasan barat ke arah timur.

Sejalan dengan waktu, monyet ekor panjang yang terestrial - aktivitas lebih banyak di tanah-itu banyak bersinggungan dengan manusia. Di berbagai pura di Bali, monyet yang tinggal di dalamnya dianggap sebagai hewan suci. Antropolog Amerika James E Loundon yang meneliti mengungkapkan monyet-monyet itu sebagai salah satu wujud harmonisasi manusia terhadap paham Tri Hita Karana. Paham itu menyebutkan kunci kebahagiaan hidup adalah harmonisasi antara tuhan, manusia, dan alam. Monyet bagian dari alam.

Dalam astrologi China monyet bahkan dipakai sebagai stereotip untuk melambangkan karakter manusia. Siapa tak kenal dengan tahun monyet? Monyet disebutkan punya segudang keunggulan: fleksibel, cerdik, inovatif, mampu memecahkan masalah, objektif, dan punya libido besar. Sisi minusnya boros dan mau menang sendiri. Mungkin ingin memiliki sifat unggul terakhir, punya libido besar, hewan multi male group - satu kelompok terdiri dari jantan, betina, dan anak - itu disantap otaknya oleh segelintir orang. Investigasi ProFauna, lembaga perlindungan dan pelestarian satwa liar di habitatnya, di Jakarta, mengungkapkan otak monyet segar itu diseruput bersama arak. Itu dilakukan semata-mata mendongkrak stamina kaum adam yang belum teruji secara medis.

Tak hanya diagungkan, monyet juga punya catatan buruk. Contohnya penelitian Aldi Zulwan dari IPB pada 2002. Hewan quadropedolism - berjalan dengan 4 kaki - itu menjadi hama di Dusun Nyemani Kulonprogo, Yogyakarta. Sang monyet bersama kawan-kawannya sering dipergoki merusak umbi-umbi palawija dan memakan pisang petani. 'Penyebabnya banyak, bisa jadi sumber pakan di habitatnya terganggu atau penduduk memang menanam tanaman yang disukai monyet,' kata Entang Iskandar.

Namun demikian monyet ekor panjang tetap punya nilai lebih. Alm. Mbah Surotoluh dari Desa Kertosari, Kecamatan Geger, Madiun, Jawa Timur, menilai monyet ideal dipakai sebagai hewan pertunjukan. Pada 1960 Surotoluh menjadi pelopor pertunjukan topeng atau doger monyet yang belakangan kondang di tanahair. Namun, atraksi yang digemari anak-anak kecil itu prosesnya tidak sesederhana yang terlihat.

Untuk atraksi-atraksi seperti membawa cangkul, mobil, atau berjungkir-balik, monyet betina yang paling cocok dipakai. Betina disukai karena daya ingatnya moncer dan tidak lekas bosan. Jantan? Selain galak, kemampuan improvisasinya cekak sehingga sulit diajak bermain. Nah umur monyet yang dipakai pun ada standarnya. Paling bagus kurang dari setahun atau maksimal 1,5 tahun. Lebih dari itu ibarat menancapkan paku pada besi, sulit tembusnya.

Monyet ekor panjang memang dekat dengan kehidupan Homo sapiens. Jadi, sudah sepantasnya selain dimanfaatkan jasanya secara bijaksana, mereka perlu dipayungi etika agar hidupnya nyaman. Ujung dari semua itu adalah meningkatnya kebahagiaan manusia. (Dian Adijaya S)

sumber : trubus

Duet Mematikan Bagi Tuberkulosis

Aroma mengkudu memang tak sedap sehingga banyak orang menjauhinya. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang mematikan itu juga menghindar. Mungkin bukan karena aroma itu, tetapi lantaran si noni menyimpan senjata andalan bernama antrakuinon dan akubin. Kedua senyawa itu bersifat antibakteri sehingga makhluk liliput penyebab penyakit tuberkulosis pun bertekuk lutut.

Dalam pengobatan, mengkudu Morinda citrifolia dipadukan dengan rimpang jahe Zingiber officinalis. Duet buah dan rimpang itu tokcer mengatasi serangan bakteri yang pertama kali ditemukan pada 24 Maret 1882 itu. Ampuhnya obat itu dibuktikan secara klinis oleh Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, periset Sekolah Tinggi Farmasi Institut Teknologi Bandung. Uji klinis dilakukan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM), Cibadak, Bandung, pada awal 2006?September 2007.

Elin, guru besar ITB, mengumpulkan 100 penderita tuberkulosis (TB) paru kategori I atau stadium awal. Usia mereka 18?55 tahun. Doktor Farmakologi itu mengelompokkan mereka menjadi 4 grup, masing-masing 25 pasien. Perempuan 56 tahun itu memberikan obat berupa rimpang jahe kepada kelompok 2 dan mengkudu kepada grup ke-3. Ramuan jahe dan mengkudu hanya diberikan kepada kelompok ke-4. Sayang, Elin merahasiakan dosis dan frekuensi konsumsi ramuan herba itu. Grup pertama merupakan plasebo, tidak diberi kombinasi jahe dan mengkudu.

Sembuh total

Alumnus Institut Teknologi Bandung itu memantau kesehatan mereka selama 6 bulan. Dua pekan pertama, jumlah bakteri tahan asam (BTA) kelompok yang diberi mengkudu-jahe turun 30%. BTA kelompok ke-2 dan 3 juga turun, tetapi penurunannya lebih kecil. Mycobacterium tuberculosis memang tahan asam. Setelah diberi cairan ziehl neelsen bakteri berukuran 0,2 x 1,4 mikrometer itu menjadi merah. Nah, ketika disiram cairan bersifat asam seperti asam sulfat dan asam sitrat, tak ada perubahan warna. Bakteri yang tak tahan asam, berubah biru.

Elin mengatakan setelah 2 bulan pasien yang diberi kombinasi jahe-mengkudu sembuh. 'Jumlah bakteri tahan asam berkurang drastis, bahkan nyaris tidak ada,' katanya. Namun, karena pemerintah mempunyai kebijakan pengobatan pasien TB selama 6 bulan, Elin meneruskan pengobatan hingga setengah tahun. Hasilnya menggembirakan, selain kelompok pertama, semua pasien TB itu sembuh total. Artinya, mengkudu dan jahe mujarab mengatasi tuberkulosis.

Elin memadukan mengkudu dan jahe untuk mengobati TB lantaran, 'Dari hasil penelitian sebelumnya diketahui bahwa mengkudu mempunyai efek antibakteri,' kata kelahiran 1952 itu. Sementara jahe sering digunakan masyarakat untuk mengobati batuk berdahak. 'Batuk dan batuk berdahak erat kaitannya dengan tuberkulosis. Dari hasil penelitian, ekstrak jahe dan mengkudu ternyata mempunyai khasiat lebih efektif dalam membunuh mikroba penyebab tuberkulosis,' ujarnya.

Perpaduan ekstrak jahe dan mengkudu itu mampu menyempurnakan obat standar resep dokter seperti rifampisin serta pirazinamid yang selama ini digunakan untuk mengatasi TB. Bagi yang tidak cocok mengkonsumsi obat-obatan dokter itu, menyebabkan gangguan hati. Namun, 'Dengan disertai konsumsi jahe dan mengkudu, hal itu tidak terjadi,' kata ibu 3 anak itu. Ekstrak jahe dan mengkudu juga mencegah resistensi. Menurut Elin bila dalam 2 pekan pasien yang mengkonsumsi obat standar itu tidak sembuh, bakteri menjadi resisten. Akibatnya dosis harus ditingkatkan.

Antibakteri

Mengapa mengkudu dan jahe tokcer menyembuhkan penyakit yang disebabkan bakteri berbentuk batang itu? Kedua bahan itu kaya senyawa antibakteri. Jahe, umpamanya, mempunyai gingerol yang bersifat antibakteri. Demikian juga mengkudu yang mengandung senyawa aktif antrakuinon, acubin, asperuloside, dan alizarin. Keempat senyawa itu juga digdaya menumpas bakteri yang ditemukan oleh Robert Koch itu.

Kedua bahan itu mempunyai sifat antibakteri lebih kuat ketika disatukan. Sebaliknya bila dipisah, kekuatannya berkurang. Elin pernah memisahkan setiap kandungan dalam mengkudu dan jahe dengan pelarut berbeda. Ternyata khasiatnya tidak sebaik jika kandungannya digabungkan. 'Jadi, tidak bisa diklaim hanya berdasarkan satu komponen saja, melainkan harus digabungkan,' kata istri Ukan Sukandar, dosen Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri ITB itu.

Menurut Sarah Kriswanti, herbalis di Bandung, Jawa Barat, jahe dan mengkudu juga bersifat imunostimulan alias meningkatkan daya tahan tubuh. Riset ilmiah membuktikannya. Menurut S.G Franzblau dan R.T Rosent periset The State University of New Jersey, gingerol dalam jahe mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membunuh bakteri penyebab TB. Jonel Saludes periset University of Santo Tomas, Manila, Filipina, menemukan senyawa antibakteri dalam buah noni.

Duet mengkudu dan jahe menyusul meniran yang lebih dulu diuji klinis sebagai penyembuh tuberkulosis. Dokter Zulkifli Amin PhD FCCP dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menguji klinis meniran. Hasilnya Phyllanthus niruri itu terbukti sebagai antituberkulosis. Pemberian 50 mg kapsul meniran selama 3 kali sehari menyembuhkan TB pada pekan ke-6 atau lebih cepat 8 minggu dibandingkan pasien yang tidak mengkonsumsi meniran.

Kalangan herbalis mengenal meniran sebagai imunomodulator alias penguat sistem kekebalan tubuh. Ketika kekebalan tubuh meningkat, bibit-bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh dapat dilemahkan. Menurut Dr Suprapto Maat dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, salah satu fungsi sistem imun adalah pertahanan. Intinya menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit. Jika sel-sel imun diganggu, orang rentan sakit.

Dengan riset itu, semakin banyak pilihan obat untuk mencegah atau mengatasi penyakit yang menyerang organ paru-paru. Itu menjadi harapan bagi para pasien tuberkulosis untuk mengakhiri penderitaannya. Harap mafhum, Indonesia pasien TB ke-3 terbesar di dunia setelah Tiongkok dan India. (Lani Marliani)

Sumber : Trubus