| Klik untuk melihat foto lainnya... |
Tiga bulan terakhir Indra Gunawan tak pernah mampir ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Karyawan swasta di Kota Cilegon, Banten, itu tak lagi mengisi tangki sepeda motornya dengan premium, tetapi 100% bioetanol. Kinerja mesin sepeda motor itu tetap bagus. Indra Gunawan memang tak memproduksi bioetanol sendiri. Ia membelinya di rumah Hiwaman, produsen bioetanol di Tegalbuntu, Cilegon, Provinsi Banten. Alumnus Universitas Diponegoro itu memproduksi rata-rata 200 liter bioetanol per bulan berbahan molase alias tetes tebu. Indra mengganti seluruh premium dengan bioetanol alias E100. Selama ini bioetanol lazim sebagai campuran premium. Kadar campuran biasanya 10% alias E10 atau maksimal 25% (E25). Artinya, jika tangki mobil berkapasitas 100 liter cukup diisi 90 liter premium dan 10 liter bioetanol. Campuran antara premium dan bioetanol itu disebut gasohol. Menurut Dr Agus Eko Tjahyono MEng, kepala Balai Besar Teknologi Pati, bahan bakar nabati ramah lingkungan. Sejak 2005 Agus memanfaatkan gasohol B15 sebagai bahan bakar mobilnya. Dari kapasitas 80 liter tangki mobilnya, ia mengisi dengan 68 liter bensin dan menambahkan 12 liter bioetanol asal singkong. EfisienMenurut Ir Puji Lestari PhD, dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung penggunaan bioetanol menurunkan emisi sehingga menekan polusi udara. Selain itu bilangan oktan juga meningkat. Dalam uji coba pada beberapa bulan lalu, pemanfaatan 5% bioetanol mendongkrak bilangan oktan hingga 99%. Angka itu membubung higga 122% ketika kadar campuran bioetanol dinaikkan menjadi 10%. Bilangan oktan premium cuma 90%. Dengan meningkatnya bilangan oktan, bahan bakar makin tahan untuk tidak terbakar. Akibatnya terjadi kestabilan proses pembakaran untuk memperoleh daya yang lebih stabil. Singkat kata, 'Penggunaan bioetanol lebih efisien dan menurunkan polusi,' ujar doktor Polusi Udara alumnus Illinois Institut of Technology itu. Beberapa zat polutan yang turun emisinya antara lain karbonmonoksida dan nitrogen oksida. Penambahan bioetanol 10%, misalnya, menekan emisi buangan karbonmonoksida hingga 70%. Semakin tinggi kadar campuran bioetanol, kian rendah emisi karbonmonoksida. Hal senada diungkapkan oleh Dr Prawoto, kepala Balai Termodinamika, Motor, dan Propulsi (TMP), Serpong, Banten. Ia menuturkan penambahan bioetanol ke bensin, efektif membentuk oxygenated atau bahan bakar dengan ikatan karbon-hidrogen-oksigen yang mengurangi polusi udara terutama emisi karbonmonoksida. Dengan demikian penggunaan bioetanol, 'Mengurangi kecenderungan pemanasan global dan pencemaran udara,' kata Agus Eko Tjahyono. Pemanasan global merupakan kejadian meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi akibat aktivitas manusia termasuk penggunaan alat transportasi. Kendaraan bermototor meningkatkan gas rumah kaca yang pada akhirnya memicu pemanasan global. Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer penyerap gelombang panjang seperti infra merah yang bermanfaat bagi kehidupan bila kadarnya proporsional. Namun, ketika jumlahnya berlebih justru berakibat buruk dan menimbulkan bencana. Dalam seabad terakhir, peningkatan suhu bumi kira-kira 0,6oC. Pada akhirnya melambungnya suhu itu mengakibatkan mencairnya es di kutub. Dampaknya volume air laut pun meningkat sehingga menenggelamkan pulau-pulau. 'Serap polutan'Dr Handoko, direktur SEAMEO Biotrop menuturkan emisi gas rumah kaca di Indonesia didominasi oleh pembakaran bahan bakar fosil, diikuti oleh sektor pertanian, dan perhutanan. Pembakaran bahan bakar fosil seperti premium dan solar salah satu penyebab utama terjadinya pemanasan global. Kebiasaan Indra Gunawan dan pengguna kendaraan bermotor lain yang menggunakan gasohol mencegah pemanasan global. Menurut Ir H Endes M Dahlan MS, dosen Pencemaran Lingkungan, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor penggunaan bioetanol berefek ganda. Selain mengurangi polutan, tanaman bahan baku bioetanol juga mensintesis karbondioksida, salah satu emisi pembakaran kendaraan bermotor. Lapisan karbondiosida di udara kira-kira 0,03% atau 300 ppm. Tanaman-termasuk jagung, sorgum, aren, dan ubikayu, semua sumber bioetanol-mensintesis karbondioksida dalam proses fotosintesis. Pakar pertanian di Jakarta Ir Yos Sutiyoso menjelaskan karbondioksida masuk ke jaringan tanaman melalui stomata alias mulut daun. Pada mesofil di lapisan epidermis daun, karbondioksida berjumpa dengan air sehingga terjadi reaksi kimia yang menghasilkan glukosa. Berapa banyak karbondioksida yang 'diserap' tanaman dalam proses fotosintesis? Dr Arif Yudiarto, periset Balai Besar Teknologi Pati, menuturkan banyaknya karbondioksida yang disintesis dapat dihitung dengan mengetahui volume glukosa. Sebagai contoh, produktivitas singkong yang dipanen pada umur 11 bulan mencapai 100 ton per ha. Dengan kadar pati 30% berarti jumlah glukosa 30.000 kg. Artinya, karbondioksida yang disintesis singkong dalam proses fotosintetsis selama 11 bulan mencapai 44.008.000 gram atau 44.008 kg. Padahal, sekarang tersedia beragam varietas unggul yang produksinya mencapai 160 ton per ha. Ada pula singkong berkadar pati hingga 40%. Dengan demikian, jumlah karbondioksida yang disintesis singkong jauh lebih banyak. 'Harus diingat, itu baru dari proses fotosintesis. Tanaman juga melakukan respirasi yang juga memerlukan karbondioksida,' ujar Arif doktor alumnus Yamanashi University. Jika luas penanaman singkong nasional 12.425.805 ha, artinya, karbondioksida yang disintesis tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu minimal 546-miliar kg dalam waktu 11 bulan. Padahal, tanaman bahan baku bioetanol tak hanya singkong, tetapi juga aren, sorgum, tebu, ubijalar, padi, dan jagung yang luas penanamannya ratusan ha di berbagai daerah. Penggunaan bioetanol dan pertanaman sumber bioetanol yang kini memang ibarat payung bagi bumi. (Sardi Duryatmo) |
Selasa, 11 November 2008
Payung Bumi yang Memanas
Sabtu, 01 November 2008
Berbagai Aplikasi Energi Matahari
Energi yang merupakan turunan dari energi matahari misalnya:
- Energi angin yang timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu tempat dengan tempat lain sebagai efek energi panas matahari.
- Energi air karena adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari yang mengenai bumi.
- Energi biomassa karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabene menggunakan energi matahari.
- Energi gelombang laut yang muncul akibat energi angin.
- Energi fosil yang merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah mengalami proses selama berjuta-juta tahun.
Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi.
Energi Panas Matahari sebagai Energi Alternatif
Energi panas matahari merupakan salah satu energi yang potensial untuk dikelola dan dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber cadangan energi terutama bagi negara-negara yang terletak di khatulistiwa termasuk Indonesia, dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa energi matahari yang tersedia adalah sebesar 81.000 TerraWatt sedangkan yang dimanfaatkan masih sangat sedikit.
Ada beberapa cara pemanfaatan energi panas matahari yaitu:
- Pemanasan ruangan
- Penerangan ruangan
- Kompor matahari
- Pengeringan hasi pertanian
- Distilasi air kotor
- Pemanasan air
- Pembangkitan listrik
Pemanasan Ruangan
Ada beberapa teknik penggunan energi panas matahari untuk pemanasan ruangan, yaitu:
- Jendela
Ini merupakan teknik pemanasan dengan menggunakan energi panas matahari yang paling sederhana. Hanya diperlukan sebuah lubang pada dinding untuk meneruskan panas matahari dari luar masuk ke dalam bangunan. Ada jendela yang langsung tanpa ada kacanya dan ada yang menggunakan kaca. Untuk mendapatkan panas yang optimal maka pada jendela dipasang kaca ganda. Biasanya di daerah-daerah empat musim dinding/tembok bangunan diganti dengan kaca agar matahari bebas menyinari dan menghangatkan ruangan pada saat musim dingin.
- Dinding Trombe(Trombe Wall)
Dinding trombe adalah dinding yang diluarnya terdapat ruangan sempit berisi udara. Dinding bagian luar dari ruangan sempit tersebut biasanya berupa kaca. Dinding ini dinamai berdasarkan nama penemunya yaitu Felix Trombe, orang berkebangsaan Perancis.
Prinsip kerjanya adalah permukaan luar ruangan ini akan dipanasi oleh sinar matahari, kemudian panas tersebut perlahan-lahan dipindahkan kedalam ruangan sempit. Selanjutnya panas di dalam ruangan sempit tersebut akan dikonveksikan ke dalam bangunan melalui saluran udara pada dinding trombe.
- Greenhouse
Teknik ini hampir sama dengan dinding trombe hanya saja jarak antara dinding masif dengan kaca lebih lebar, sehingga tanaman bisa hidup di dalamnya.
Prinsip kerja greenhouse juga serupa dengan dinding trombe. Panas masuk melalui kaca ke dalam greenhouse lalu dikonveksikan ke dalam bangunan untuk menghangatkan ruangan atau menjaga suhu rungan tetap stabil meskipun pada waktu siang atau malam hari.
Penerangan Ruangan
Adalah teknik pemanfaatan energi matahari yang banyak dipakai saat ini. Dengan teknik ini pada siang hari lampu pada bangunan tidak perlu dinyalakan sehingga menghemat penggunaan listrik untuk penerangan. Teknik ini dilaksanakan dengan mendesain bangunan yang memungkinkan cahaya matahari bisa masuk dan menerangi ruangan dalam bangunan.
Kompor Matahari
Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar.
Untuk diameter cermin sebesar1,3 meter kompor ini memberikan daya thermal sebesar 800 watt pada panci. Dengan menggunakan kompor ini maka kebutuhan akan energi fosil dan energi listrik untuk memasak dapat dikurangi.
Pengeringan Hasil Pertanian
Hal ini biasanya dilakukan petani di desa-desa daerah tropis dengan menjemur hasil panennya dibawah terik sinar matahari. Cara ini sangat menguntungkan bagi para petani karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya. Berbeda dengan petani di negara-negara empat musim yang harus mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya dengan menggunakan oven yang menggunakan bahan bakar fosil maupun menggunakan listrik.
Distilasi Air
Cara kerjanya adalah sebuah kolam yang dangkal, dengan kedalaman 25mm hingga 50 mm, ditututup oleh kaca. Air yang dipanaskan oleh radiasi matahari, sebagian menguap, sebagian uap itu mengembun pada bagian bawah dari permukaan kaca yang lebih dingin. Kaca tersebut dimiringkan sedikit 10 derajat untuk memungkinkan embunan mengalir karena gaya berat menuju ke saluran penampungan yang selanjutnya dialirkan ke tangki penyimpanan.
Pemanasan Air
Penyediaan air panas sangat diperlukan oleh masyarakat, baik untuk mandi maupun untuk alat antiseptik pada rumah sakit dan klinik kesehatan. Penyediaan air panas ini memerlukan biaya yang besar karena harus tersedia sewaktu-waktu dan biasanya untuk memanaskan digunakan energi fosil ataupun energi listrik. Namun Dengan menggunakan pemanas air tenaga surya maka hal ini bukan merupakan masalah karena pemanasan air dilakukan dengan menyerap panas matahari dengan menggunakan kolektor sehingga tidak memerlukan biaya bahan bakar.
Prinsip kerjanya adalah panas dari matahari diterima oleh kolektor yang terdapat di dalam terdapat pipa-pipa berisi air. Panas yang diterima kolektor akan diserap oleh air yang berada di dalam pipa sehingga suhu air meningkat. Air dingin dialirkan dari bawah sedangkan air panasnya dialirkan lewat atas karena massa jenis air panas lebih kecil daripada massa jenis air dingin (prinsip thermosipon). Air ini lalu masuk ke dalam penyimpan panas. Pada penyimpan panas, panas dari air ini dipindahkan ke pipa berisi air yang lain yang merupakan persediaan air untuk mandi/antiseptik. Sedangkan air yang berasal dari kolektor akan diputar kembali ke kolektor dengan menggunakan pompa atau hanya menggunakan prinsip thermosipon. Persediaan air panas akan disimpan di dalam tangki penyimpanan yang terbuat dari bahan isolator thermal. Pada sistem ini terdapat pengontrol suhu jika suhu air panas yang dihasilkan kurang dari yang diinginkan maka air akan dimasukkan kembali ke tangki penyimpan panas untuk dipanaskan kembali.
Kolektor yang digunakan pada pemanas air tenaga panas matahari ini adalah kolektor surya plat datar yang bagian atasnya terbuat dari kaca yang berwarna hitam redup sedangkan bagian bawahnya terbuat dari bahan isolator yang baik sehingga panas yang terserap kolektor tidak terlepas ke lingkungan. Air panas di dalam kolektor bisa mencapai 82 C sedangkan air panas yang dihasilkan tergantung keinginan karena sistem dilengkapi pengontrol suhu.
Pembangkitan Listrik
Prinsipnya hampir sama dengan pemanasan air hanya pada pembangkitan listrik, sinar matahari diperkuat oleh kolektor pada suatu titik fokus untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi bahkan bisa mencapai suhu 3800 C. Pipa yang berisi air dilewatkan tepat pada titik fokus sehingga panas tersebut diserap oleh air di dalam pipa. Panas yang sangat besar ini dibutuhkan untuk mengubah fase cair air di dalam pipa menjadi uap yang bertekanan tinggi. Uap bertekanan tinggi yang di hasilkan ini kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang kemudian akan memutar turbo generator untuk menghasilkan listrik.
Ada dua jenis kolektor yang biasa digunakan untuk pembangkitan listrik yaitu kolektor parabolik memanjang dan kolektor parabolik cakram.
Kolektor Parabolik Memanjang
Kolektor Parabolik Cakram
Di California, Amerika Serikat, alat ini telah mampu menghasilkan 354 MW listrik. Dengan memproduksi kolektor ini secara massal, maka harga satuan energi matahari ini di AS, sekitar Rp 100/KWh lebih murah dibandingkan energi nuklir dan sama dengan energi dari tenaga pembangkit dengan bahan baku energi fosil.(Ivan A Hadar, 2005).
Di India dengan area seluas 219.000 meter persegi maka kolektor mampu menghasilkan listrik sebesar 35-40 MW dengan rata-rata intensitas penyinaranya adalah sebesar 5.8 KWH per meter persegi per hari.(Gordon Feller).
Kita dapat juga membangkitkan listrik langsung dari energi surya, yaitu dengan menggunakan photovoltaic. Alat ini terbuat dari bahan semikonduktor yang sangat peka dalam melepaskan elektron ketika terkena panjang gelombang sinar matahari tertentu. Akan tetapi alat ini masih sangat mahal dan efisiensinya masih sangat rendah, yaitu sekitar 10%.
Pembangkitan listrik berdasarkan perbedaan tekanan pada gas juga bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan chimney. Ini sebuah sistem tower yang terdiri turbin gas dan jalinan kaca tertutup yang luas untuk memerangkap panas matahari.
Prinsipnya: sinar matahari akan menembus kaca dari alat ini kemudian memanaskan gas yang terperangkap di bawah kaca. Gas suhu tinggi ini akan memasuki tower tertutup yang tingginya bisa mencapai 1000 meter vertikal. Oleh karena perbedaan suhu gas pada permukaan bumi dan 1000 meter diatas permukaan bumi, maka gas akan mengalir ke atas melalui tower ini. Aliran gas/udara tersebut akan memutar turbin gas. Skema sederhana dapat dilihat pada gambar dibawah.
Keuntungan dan Kerugian Energi Panas Matahari
Keuntungan dari penggunaan energi panas matahari antara lain:
- Energi panas matahari merupakan energi yang tersedia hampir diseluruh bagian permukaan bumi dan tidak habis (renewable energy).
- Penggunaan energi panas matahari tidak menghasilkan polutan dan emisi yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.
- Penggunaan energi panas matahari untuk pemanas air, pengeringan hasil panen akan dapat mengurangi kebutuhan akan energi fosil.
- Pembanguan pemanas air tenaga matahari cukup sederhana dan memiliki nilai ekonomis.
Kerugian dari penggunaan energi panas matahari antara lain:
- Sistem pemanas air dan pembangkit listrik tenaga panas matahari tidak efektif digunakan pada daerah memiliki cuaca berawan untuk waktu yang lama.
- Pada musim dingin, pipa-pipa pada sistem pemanas ini akan pecah karena air di dalamnya membeku.
- Membutuhkan lahan yang sangat luas yang seharusnya digunakan untuk pertanian, perumahan, dan kegiatan ekonomi lainya. Hal ini karena rapat energi matahari sangat rendah.
- Lapisan kolektor yang menyilaukan bisa mengganggu dan membahayakan penglihatan, misalnya penerbangan.
- Sistem hanya bisa digunakan pada saat matahari bersinar dan tidak bisa digunakan ketika malam hari atau pada saat cuaca berawan.
- Penyimpanan air panas untuk perumahan bukan merupakan masalah, tetapi penyimpanan uap air pada pembangkit listrik memerlukan teknologi yang sulit.
Pustaka
- Arismunandar, W. 1995. Teknologi Rekayasa Surya. Bandung. Pradnya Paramita.
- Boyle, G. 1996. Renewable Energy. Milton Keynes. The Open University.
- Gordon Feller. India Building Large-Scale Solar Thermal Capacity. Available from http://www.ecoworld.org/Home/Articles2.cfm?TID=325
- Ivan A Hadar. Kompas, 11 Oktober 2005. Keluar dari Ketergantungan (Pasar) BBM.
- Passive Solar Architecture - Heating. Available from www.azsolarcenter.com/design/pas-2
- Solar Cooking. Available from www.energiinfo.org/solar_cooking
sumber : kamase.org